Minggu, 17 Mei 2009

Pendidikan Non-Formal 1

Belajar Mudah Bahasa Arab


Bahasa adalah alat komunikasi diantara manusia dalam menyampaikan maksudnya ( Imam Asy Syibahaweih, hal: 8). suatu kaum akan menyampaikan maksud atau tujuan mereka kepada kaum yang lain dengan melalui bahasa. Maka dilihat dari kedudukannya, bahasa adalah sesuatu yang harus dipelajari dan dipraktekan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Mempelajari bahasa asing akan lebih sulit difahami daripada bahasa Ibu ( Bahasa Sendiri ) karena selain kosa kata yang jarang digunakan, struktur kata dan kalimatpun memerlukan waktu khusus untuk dipelajari. Oleh sebab itu, pengajaran Bahasa Asing dalam lembaga formal dan informal memerlukan metode pengajaran yang tepat sesuai dengan tujuan umum pengajaran bahasa itu sendiri.

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Asing ( Luar bahasa pribumi ) yang penyebarannya sudah banyak ditemukan di beberapa daerah dan negara. Proses penyebaran bahasa Arab diberbagai Negara adalah pengaruh dari perkembangan Agama Islam yang mana sumber ajaran Agama Islam ( al Quran dan As Sunah ) menggunakan bahasa Arab.

Dalam mempelajari bahasa Arab sebagai alat komunikasi akan lebih sulit dirasakan oleh semua pelajar karena beberapa alasan:

1) Kurangnya kemampuan murid dalam menguasai kosa kata ( Bahasa keseharian ( Komunikasi Informal ) dengan Bahasa Resmi ( komunikasi Formal , walaupun sumber bacaan cukup memadai untuk memudahkan murid mengenali kosa kata Bahasa Arab, seperti Kamus Kontemporer Krapyak Jogjakarta, Kamus Mahmud Yunus, kamus Al Munawwir atau kamus percakapan yang lain, namun penggunaan kosa kata dalam komunikasi verbal sangat minim.

2) Orientasi pengajaran bahasa hanya untuk mengenali kaidah bahasa ( Nahwu Sharaf, Ilmu Balagah, Ilmu Mantiq ) sehingga murid dituntut untuk menguasai konsep kebahasaan daripada praktek mengkomunikasikan bahasa itu sendiri.

3) Metode pengajaran bahasa yang hanya merangsang murid untuk bisa menerjemahkan struktur Bahasa Arab yang tersusun dengan aplikasi konsep kaidah bahasa Arab mengakibatkan murid hanya memiliki semangat untuk menerjemahkan dan ini akan menimbulkan kefasifan dalam berbicara

Dengan melihat fenomena diatas, maka Pengajaran Bahasa Arab untuk masa sekarang, bagi murid-murid lebih diarahkan kepada proses pengajaran dalam komunikasi verbal daripada nonverbal sehingga keahlian ini akan memberikan keuntungan yang banyak untuk para pelajar dalam mengembangkan kemampuan bahasa Arab sesuai dengan maksud bahasa itu sendiri.

Penelitian tentang metodologi pengajaran Bahasa Asing ( Bahasa Arab ) kepada para pelajar pribumi cukup minim sekali sehingga mengakibatkan adanya ketimpangan antara proses pengajaran dengan kemampuan kebahasaan.

pada saat ini perlu kiranya mereposisi kembali metode pengajaran bahasa Arab sesuai dengan tujuan bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi dan alat akulturasi budaya, antara lain:

1) Murid lebih diperkenalkan bahasa populer yang digunakan oleh penutur bahasa Arab asli dengan menghadirkan native speaker

2) Metode pengajaran Bahasa lebih menekankan kepada kemampuan komunikasi verbal daripada non verbal.

3) Materi pengajaran Bahasa Arab tidak hanya memperkenalkan tentang kosa kata, struktur bahasa akan tetapi lebih dikembangkan kepada pengenalan terhadap budaya Timur tengah sebagai produk bahasa

4) Materi konsep dan penerapan didudukan dalam proporsional, waktu belajar, muatan materi dan sumber belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar